Artikel
Mahasiswa UNAIR Dorong Transformasi Digital UMKM Sungonlegowo Lewat Pelatihan Pemasaran dan Keuangan
Sungonlegowo, 20 Juli 2025 – Sebagai upaya memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sungonlegowo, mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) Universitas Airlangga periode 6 menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Digital Marketing dan Manajemen Keuangan Cerdas untuk UMKM Mandiri dan Berdaya Saing”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal dalam menghadapi tantangan era digital sekaligus memperkuat tata kelola keuangan usaha yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
Desa Sungonlegowo, yang terletak di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, memiliki potensi ekonomi yang besar dari sektor UMKM. Mayoritas masyarakatnya menggantungkan penghasilan dari usaha mikro di bidang kuliner, terutama makanan hasil tambak seperti olahan laut, petis dan kerupuk udang. Selain itu, terdapat pula variasi UMKM lainnya seperti penjual roti rumahan, produsen bumbu basah jadi, pengusaha tekstil, hingga produsen box kardus berskala menengah yang telah menjangkau pasar luar desa. Keragaman jenis usaha ini menunjukkan tingginya potensi pengembangan UMKM di Sungonlegowo, baik dalam konteks lokal maupun regional.
Meski demikian, sebagian besar pelaku UMKM di desa ini masih mengandalkan strategi pemasaran tradisional seperti penjualan langsung di warung atau promosi dari mulut ke mulut. Penggunaan platform digital seperti Instagram, Shopee, atau WhatsApp Business masih sangat terbatas. Tantangan lain yang dihadapi adalah kesulitan dalam mendesain promosi visual yang menarik dan membangun citra produk yang profesional. Beberapa pelaku usaha juga mengaku kesulitan dalam proses pengiriman makanan basah ke luar kota atau luar pulau, karena terbatasnya pengetahuan tentang pengemasan dan distribusi yang menjaga kualitas dan kesegaran produk.
Tak hanya itu, masalah pengelolaan keuangan juga menjadi persoalan serius. Banyak pelaku UMKM belum menyadari pentingnya pencatatan keuangan sederhana untuk mengetahui perkembangan usaha mereka. Kurangnya pemahaman mengenai akuntansi dasar membuat sebagian besar pelaku usaha kesulitan dalam merinci pemasukan, pengeluaran, dan keuntungan usahanya. Oleh karena itu, dalam kegiatan sosialisasi ini, para peserta dibekali materi terkait digital marketing, penggunaan QRIS untuk mempermudah transaksi non-tunai, serta strategi manajemen keuangan sederhana agar mampu melakukan pencatatan secara rapi dan sistematis.
Kehadiran pemateri berpengalaman, Bapak Isharsono, seorang praktisi UMKM lulusan Universitas Udayana yang telah berkecimpung di dunia pemberdayaan UMKM selama lebih dari 13 tahun—menjadi nilai tambah dalam kegiatan ini. Beliau dikenal aktif mengisi berbagai webinar dan pelatihan UMKM di tingkat nasional, serta telah menulis sejumlah buku tentang strategi pemasaran dan pengelolaan usaha kecil. Antusiasme peserta pun sangat tinggi; mereka aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan pemateri mengenai berbagai permasalahan nyata yang mereka hadapi, mulai dari kendala dalam membangun branding, tantangan pengiriman produk, hingga strategi pemasaran yang tepat sasaran.
Selain materi inti, peserta juga diperkenalkan pada komunitas jualan online sebagai wadah berbagi dan bertukar ilmu antar pelaku usaha. Dalam sesi pelatihan, ditunjukkan pula bagaimana teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dapat dimanfaatkan untuk membuat brosur dan poster iklan yang menarik secara mudah dan cepat, bahkan oleh pelaku usaha yang belum terbiasa dengan desain grafis.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN UNAIR dan pelaku UMKM Desa Sungonlegowo ini menjadi cerminan nyata dari peran mahasiswa sebagai agent of change yang mampu membawa dampak langsung di masyarakat. Tidak hanya memberikan edukasi praktis, tetapi juga mendorong transformasi digital, penguatan branding, serta peningkatan profesionalitas pelaku UMKM desa agar siap bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk skala nasional.
Cegah Stunting di Sungonlegowo, Mahasiswa UNAIR Gelar Kegiatan "Bunda Hebat, Anak Sehat"
Kenal UMKM Desa: Batik Bangsawan, Warisan Budaya dari Sungonlegowo
Rembuk Stunting Desa Sungonlegowo: Musyawarah Bersama Demi Masa Depan Cerah Masyarakat
Kelola Limbah Jadi Peluang Usaha: Program "Jelantah Bersinar" Edukasi Warga Sungonlegowo Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Bernilai Jual
Mahasiswa Unair Fokus Atasi 4 Bidang Kegiatan di Desa Sungonlegowo: Bersama dan Bersinergi untuk Mewujudkan Masyarakat Sejahtera

