Artikel
Mahasiswa Unair Fokus Atasi 4 Bidang Kegiatan di Desa Sungonlegowo: Bersama dan Bersinergi untuk Mewujudkan Masyarakat Sejahtera
Sungonlegowo, 8 Juli 2025 — Program BBK 6 Universitas Airlangga secara resmi telah berjalan aktif sejak memasuki hari kedua. Mengusung semangat pengabdian dan pemberdayaan, mahasiswa lintas fakultas yang tergabung dalam kelompok BBK 6 berkomitmen untuk mengatasi permasalahan desa melalui pendekatan empat bidang utama: Kesehatan, Ekonomi, Lingkungan, dan Pendidikan.
Terhitung mulai hari kedua pelaksanaan, para mahasiswa mulai menjalankan agenda awal yang menjadi fondasi dari keseluruhan rencana kegiatan selama program berlangsung. Tidak hanya sebagai observasi awal, tetapi juga sebagai momentum untuk menjalin komunikasi dan kepercayaan dengan warga dan perangkat desa.
Empat Bidang, Satu Tujuan: Masyarakat Sejahtera
- Kesehatan Masyarakat
Program di bidang kesehatan akan difokuskan pada edukasi dan tindakan promotif-preventif. Salah satunya melalui kampanye “Si Tangan Hebat” yang mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat kepada anak-anak usia dini, serta dukungan dalam pelaksanaan imunisasi rutin di desa bekerja sama dengan tenaga kesehatan lokal.
- Lingkungan Hidup
Melalui program “Tanam Asa”, mahasiswa memperkenalkan praktik menanam tanaman dalam pot daur ulang (ecobrick) dan pemberian pupuk organik cair (POC) hasil fermentasi mandiri. Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran sejak dini akan pentingnya menjaga lingkungan serta memanfaatkan limbah rumah tangga.
- Pendidikan
Di sektor pendidikan, mahasiswa akan mengadakan kegiatan Belajar Bersama secara rutin dengan anak-anak desa, melibatkan pengajar lokal seperti guru bimbel, dan membekali siswa-siswi sekolah dasar hingga menengah atas dengan wawasan tentang perkuliahan, karier, dan pengembangan diri. Ini dimulai dengan sosialisasi perkuliahan yang sudah dilakukan di MA Al Asyhar.
- Pemberdayaan Ekonomi UMKM
Melalui kegiatan seperti pendampingan digitalisasi pemasaran dan keuangan, mahasiswa akan bersinergi dengan pelaku UMKM lokal. Selain itu, mahasiswa juga mulai menjajaki potensi produk desa melalui survey lapangan ke UMKM unggulan guna menyusun program pemberdayaan ekonomi yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Kolaborasi dengan Warga: Kunci Keberhasilan Program
Kesuksesan awal kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan aktif berbagai pihak, mulai dari perangkat desa, ibu-ibu PKK, UMKM Desa, Sekolahan setempat, hingga warga lokal yang terbuka dan antusias terhadap setiap kegiatan yang dilaksanakan. Pendekatan komunikasi yang humanis menjadi fondasi utama bagi kelompok BBK 6 dalam menjalin kepercayaan dan memperkuat kolaborasi selama masa KKN.
Langkah Awal untuk Dampak yang Berkelanjutan
Melalui semangat “bersama-sama dan bersinergi”, mahasiswa Universitas Airlangga berharap dapat menjadi agen perubahan yang mampu menumbuhkan kesadaran, memberdayakan masyarakat, dan mendorong terciptanya desa yang lebih sejahtera. Hari kedua ini bukan sekadar awal, tapi fondasi dari misi besar yang dibangun dari desa — untuk Indonesia.
Cegah Stunting di Sungonlegowo, Mahasiswa UNAIR Gelar Kegiatan "Bunda Hebat, Anak Sehat"
Kenal UMKM Desa: Batik Bangsawan, Warisan Budaya dari Sungonlegowo
Rembuk Stunting Desa Sungonlegowo: Musyawarah Bersama Demi Masa Depan Cerah Masyarakat
Mahasiswa UNAIR Dorong Transformasi Digital UMKM Sungonlegowo Lewat Pelatihan Pemasaran dan Keuangan
Kelola Limbah Jadi Peluang Usaha: Program "Jelantah Bersinar" Edukasi Warga Sungonlegowo Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Bernilai Jual

